Sabtu, 15 Desember 2012

ASKEP LEUKEMIA



TINJAUAN KASUS

A.Pengertian
Leukemia adalah keganasan yang berasal dari sel-sel induk sistem hematopoitik yang mengakibatkan proliferasi sel-sel darah putih tidak terkontrol dan pada sel-sel darah merah namun sangat jarang. (Danielle, 1999).
Leukemia adalah kanker jaringan yang menghasilkan leukosit. (Bretz, 2002).
Leukemia adalah penyakit maligna proliferasi generalist dari jaringan pembentukan darah, biasanya melibatkan leukosit. (Sachaarin Rossa,1996).
Leukemia adalah penyakit neoplastik yang ditandai oleh proliferasi abnormal dari sel-sel hematopoitik. (Sylvia A. Price,1994).
Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Leukemia adalah suatu penyakit kanker jaringan yang keganasannya berasal dari sel-sel induk system hematopoitik yang mengakibatkan proliferasi sel darah putih tidak terkontrol.

B.Patofisiologi
Leukemia dibagi menjadi dua yaitu :
1.Leukemia Limfoblastik Akut (LLA)
2.Leukemia Non Limfoblastik Akut (LMOL)
a). L. Mielosistik Akut (AML)
b). L. Limonoblastik Akut (LMOL)

Penyebab dari Leukemia banyak sekali namun pada penyakit LLA, penyebabnya masih belum pasti, namun diduga pengaruh genetic maupun faktor lingkungan sangat memainkan peran. Adapun faktor-faktor lain yang turut berperan dalam LLA adalah :
1.Faktor Eksogen : sinar X, sinar radioaktif, hormone, bahan kimia (Benzol, Arsen, dan Preparat Sulfat)
2.Faktor Endogen : kelainan kromosom, herediter, dan ras.

Adapun tanda dan gejala ALL adalah meliputi demam, keletihan, pucat, anoreksia, petekhie, perdarahan, nyeri sendi dan tulang, nyeri abdomen yang tidak jelas, berat badan yang menurun.
Komplikasi yang dapat terjadi pada penderita dengan ALL adalah gagal sumsum tulang, infeksi, hepatomegali, splenomegali dan limfadenopati

C.Penatalaksanaan
Tujuan pengobatan leukemia akut adalah remisi komplet, yang dipastikan oleh kurang dari 5% blast didalam sumsum tulang. Pilihan pengobatan adalah kemoterapi kombinasi. Umumnya pengobatan ditujukan kepada pencegahan kambuh dan mendapatkan masa remisi yang lama.
Untuk mencapai keadaan remisi tersebut, pada prinsipnya dipakai pola pengobatan sebagai berikut :
1.Obat-obatan
a). Induksi                               : pemberian obat-obatan sampai blast sumsum tulang < 5%
b). Konsolidasi                        : agar sel yang tersisa tidak dapat memperbanyak diri lagi
c). Rumat                                : untuk mempertahankan masa remisi
d). Reinduksi                          : untuk mencegah relaps
e). Imunoterapi                        : untuk mencegah leukemia SSP
f). Imunologik                         : semua sel leukemia dalam tubuh hilang
2.Pemeriksaan Darah              : terdapat leukosit imatur
3.BMP                                     : terdapat banyak sel-sel yang muda
4.Lumbal Pungsi                     : untuk melihat apakah sumsum tulang terinfiltrasi

D.Pertumbuhan, Perkembangan, Nutrisi dan Dampak Hospitalisasi
1.Pertumbuhan dan Perkembangan
Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan, disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan system orang yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya, termasuk jumlah perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sehingga hasil interaksi dengan lingkungan. (Soetjiningsih,1998).
Perkembangan pada fase oral (0-11 bulan), selam masa bayi sumber kesenangan anak terbesar berpusat pada aktivitas oral, seperti menghisap, menggigit, mengunyah, dan mengucap. Hambatan atau ketidakpuasan dalam pemenuhan kebutuhan oral akan mempengaruhi fase perkembangan berikutnya. Penanaman identitas gender pada bayi di mulai dengan adanya perlakuan ibu atau ayah yang berbeda, misalnya bayi perempuan cenderung diajak berbicara lebih banyak daripada bayi laki-laki, sementra ayah lebih banyak beraktivitas motorik pada bayi laki-laki daripada bayi perempuan, misalnya dengan mengangkat dan menjunjung bayi ke atas. (Yupi Supartini, 2004).

2.Bermaim
Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh kesenangan/kepuasan. (Wong,2000).
Fungsi utama bermain adalah merangsang perkembangan sensorik-motorik, perkembangan intelektual, perkembangan social, perkembangan kreativitas, perkembangan kesadaran diri, perkembangan moral, dan bermain sebagai terapi (Yupi Supartini,2004).
Karakteristik permainan anak usia bayi adalah sense of pleasure play. Bayi usia 7-9 bulan, untuk stimulasi penglihatan dapat dilakukan dengan memberikan mainan yang berwarna terang, atau berikan kepadanya kertas dan alat tulis, biarkan ia mencoret-coret sesuai dengan keinginanya. Stimulasi pendengaran dapat dilakukan dengan memberibayi boneka yang berbunyi mainan yang bisa dipegang dan berbunyi jika digerakkan. Untuk itu, alat permainanyang dapat diberikan pada bayi , misalnya buku yang berwarna terang, gelas sendok yang tidak pecah, bola yang besar, berbagai macam boneka dan mainan yang bisa di dorong. 

 E.Pengkajian
Pengkajian pada klien dengan leukemia menurut Aziz Alimul Hidayat, (2006) diperoleh data sebagai berikut :
Adanya tanda anemia, keletihan, pucat, anoreksia, perdarahan, nyeri sendi, dan tulang serta nyeri abdomen yang tidak jelas, penurunan berat badan, pembesaran organ seperti hati dan lain-lain.
Adanya tanda-tanda peningkatan TIK seperti kaku kuduk, sakit kepala, letargi, muntah, edema pupil dan terjadi koma dan adanya kesulitan berkemih.
F.Diagnosa Keperawatan
Setelah data dikumpulkan dilanjutkan dengan analisa data untuk menentukan diagnosa keperawatan. Menurut Danielle Gale, 1999 diagnosa keperawatan pada klien dengan leukemia adalah sebagai berikut :
1.Koping individu tidak efektif berhubungan dengan diagnosis leukemia dan prognosis yang tidak pasti
2.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan dampak diagnosis leukemia dan prognosis yang tidak pasti
3.Berduka antisipasi berhubungan dengan kehilangan yang actual dan atau yang di dapat sehubungan dengan leukemia seperti kehilangan kesehatan, kehilangan hidup, pekerjaan, penghasilan, privasi dan hubungan dekat dengan orang lain.
4.Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengetahuan mengenai leukemia dan pengobatan
5.Risiko terhadap infeksi berhubungan dengan infiltrasi leukemik ke sumsum tulang dan obat-obatan kemoterapeutik yang digunakan untuk pengobatan
6.Perubahan perfusi jaringan kardiopulmonal berhubungan dengan anemia, trombositopenia yang disebabkan oleh leukemia dan kemoterapi.
7.Risiko tinggi terhadap cedera berhubungan dengan supresi sumsum tulang dari kemoterapi
8.Nyeri berhubungan dengan mual dan muntah karena kemoterapi dan ansietas dengan penglihatan
9.Resiko terhadap perubahan membrane mukosa berhubungan dengan kerusakan sampai pemecahan sel yang terlalu cepat dari sel mukosa karena kemoterapi
10.Risti kelebihan volume cairan berhubungan dengan pemberian cairan intravena yang terlalu banyak yang digunakan untuk hidrasi selama kemoterapi
11.Tidak toleran terhadap aktivitas berhubungan dengan kelelahan skunder terhadap anemia, leukemia, dan kemoterapi
12.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, nausea, dan diare karena kemoterapi
13.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia, penurunan berat badan, ada infiltrasi pada kulit dan gusi dengan sel-sel leukemik
14.Risiko perubahan integritas kulit berhubungan dengan ekstravasasi agen kemoterapi

G.Perencanaan
  Setelah diagnosa keperawatan ditemukan dilanjutkan dengan menyusun perencanaan untuk masing-masing diagnosa yang meliputi prioritas diagnosa keperawatan, penetapan ujuan dan kriteria evaluasi sebagi berikut :
1.Koping keluarga tidak efektif berhubungan dengan diagnosis leukemia dan prognosis yang tidak pasti
Tujuan                       : koping individu efektif
Kriteria Evaluasi       : a). Klien mampu memenuhi kebutuhan dasar
                                      b). Tidak ada cemas dan HDR
                                      c). Mampu mengatasi masalah
Intervensi                   : a). Klien mampu memenuhi kebutuhan dasar sendiri
                                    : b). Tidak malu terhadap keadaan diri
                                    : c). Tidak takut terhadap orang lain
2.Perubahan proses keluarga berhubungan dengan dampak diagnosis dan prognosis yang tidak pasti
Tujuan                       : keluarga mampu memenuhi kebutuhan fisik
Kriteria Evaluasi  : anggota keluarga tidak mengeluh terhadap ketidakmampuan untukmengatasi masalahnya
Intervensi                      : a). Menjelaskan setiap tindakan yang akan dilakukan
                                       b). Hindari untuk menjelaskan hal yang bertentangan dengan kenyataan
                                      c). Jelaskan kepada ortu tentang proses penyakit
3.Berduka antisipasi berhubungan dengan kehilangan yang actual dan atau yang didapat sehubungan dengan leukemia seperti kehilangan kesehatan, hidup, pekerjaan, penghasilan, privaci, dan hubungan dekn dengan orang lain
Tujuan                          : klien tidak mengeluh dan mengekspresikan perasaan sedih atau kehilangan
Kriteria Evaluasi       :  dapat menggunakan perasaan sedih dan kehilanganya
Intervensi                   : a). kaji tingkat pengetahuan keluarga
                                       b). berikan dukungan pada respon adaptif
                                       c). gunakan waktu bersama anak untuk memberikan dukungan
                                       d). fasilitasi anak untuk mengekspresikan perasaan melalui bermain
4.Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang pengetahuan mengenai leukemia dan pengobatanya
Tujuan                       : pengetahuan tentang leukemia dan dan pengobatanya bertambah
Kriteria Evaluasi       : a).tidak ada keluhan terhadap masalah
                                       b). mengikuti instruksi
                                       c). meminta informasi
Intervensi                   : a). kaji tingkat pengetahuan keluarga
                                       b). jelaskan sifat penyakitdan pengobatanya
                                       c). ajarkan nama obat, tujuan, dosisi, waktu pemberian dan efek samping
5.Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan infiltrasi leukemik ke sumsum tulang dan obat-obat kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan
Tujuan                       : tidak terjadi nfeksi
Kriteria Evaluasi       : potensial infeksi menurun
Intervensi                   : a). pantau TTV tiap 4 jam
                                      b). laporkan jika suhu lebih dari 37oC pada dokter
                                      c). koloaborasi untuk diberikan anibiotik
6.Perubahan perfusi jaringan kardiopulmonal berhubungan dengan anemia, trombositopenia disebabkan oleh leukemia dan atau kemoterapi
Tujuan                       : perfusi jaringan kardiopulmonal adekuat
Kriteria Evaluasi       : mampu mengrnali dan memahami anemia
Intervensi                   : a). pantau Hb, Ht, dan jumlah trombosit
                                       b). pasang jarum ukuran yang tepat untuk pemberian produk darah
                                       c). berikan produk iradiasi sesuai pesanan
                                       d). pantau TTV sebelum, selama tranfusi dan sesudah tranfusi
7.Risiko terhadap cedera berhubungan dengan supresi sumsum tulang dari kemoterapi
Tujuan                       : tidak terjadi cedera
Kriteria Evaluasi       : klien memperlihatkan reflek normal
Intervensi                            : a). pantau TTv dan catat adanya hipertermi, takikardia, disaritmia, distress pernafasan, sianosis
                                             b). perthankan penghalang tempat tidur terpasang
8.Nyeri berhubungan mual dan muntah karena kemoterapi dan ansietas tentang pengobatan
Tujuan                                   : melaporkan nyeri hilang atau terkontrol
Kriteria Evaluasi                   : klien memperlihakan perasaan relaks
Intervensi                               : a). kaji TTV tiap 3 jam/hari
                                                   b). kaji tanda-tanda nyeri verbal maupun nonverbal
                                                   c). letakkan dalam posisi semi fowler dan sokong kepala
                                                    d).diskusikan dengan klien tentang factor yang dapat meningkatkan atau menurunkn nyeri.
9.Resiko perubahan terhaadap membrane mukosa berhubungan dengan kerusakan sampai pemecahan sel yang terlalu cepat dari sel mukosa karena kemoterapi tidak terjadn bulan
Tujuan                       : tidak terjadi perubahan membrane mukosa
Kriteria Evaluasi       :tidak ada nyeri pada rectal, vagina, oral, dan lidah
Intervensi                   : a). kaji TTV tiap 8 jam
                                       b) kaji adanya kurang cairan pada daerah mukosa
                                      c). kaji balance antara input dan output
10.risti kelebihan volume cairan berhubungan dengan pemberian cairan intravenaterlalu banyak yang di gunakan untuk hidrasi selama kemoterapi
Tujuan                       : dapat mempertahankan keseimbangan cairan
Kriteria Evaluasi    :a). kadar elektrolit dalam batas normal
                                     b) tidak ada edema dan Tv normal nenui
Intervensi                   :  a). atur posisi semi fowler
                                        b). monitor TTV setiap 3jam
                                       C) catat intake dan ourtput dalam 24jam
                                       .d). kaji edema dan timbang BB setiap hari
                                        e). kaji masukan diit
11. tidak toleran terhadap aktivitas berhubungan dengan kelelahan skunder terhadap anemia, leukemia dan kemoterapi
Tujuan                       : klien toleran terhadap aktivitas
Kriteria Evaluasi       : a). tidak lelah dan dispnea saat aktivitas
                                       b). frekuensi jantung dan Td normal saat aktivitas
Intervensi                   : a). kaji kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari
                                       b). bantu pemasukan kebutuhan sehari-hari
                                       c). lakukan latihan ROM pasif
d). libatkan keluarga dalam pemenuhan kebutuhn sehari-hari
12.perubahan nutrisi kurang dari kebuuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, nausea, dan diare karena kemoterapi
Tujuan                       : kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria Intervensi    : a). tidak mengeluh mual dan muntah
                                       b). nafsu makan meningkat
                                       c). BB dapat dipertahankan/maningkat
                                       d). nilai Hb, Ht, dalam batas normal
Intervensi                   :a). kaji kebutuhan nutrisi dan makan klien
                                      b). kaji adanya mual, muntah dan diare
                                      c). auskultasi bising usus setiap hari
                                      d). tmbang berat badan tiap hari
                                      e). kolaborasi untuk pemberian IVFD
13.gangguan citra tubuh berhubungan dengan alopesia, penurunan berat badan, ada infiltrasi pada kulit dan gusi dengan sel-sel laukemik
Tujuan                       : klien dapat menerima kondisi dirinya
Kriteria Evaluasi       ; klien tidak takut terhadap reaksi orang lain dan penampilan diri
 Intervensi                     : a). kji apakah klien mendapatkan penjelasan tentang perawatan dan pengobatan
                                        b).anjurkan klien atau orang yang terdekat untuk mengungkapkan perasaanya
                                       c). perhatikan adanya perilaku menarik diri
                                       d). rencana jadwal aktivitas perawatan dengan melibatkan klien dan keluarga
                                        e). pertahankan pendekatan positif selama aktivitas perawatan
14.resiko terhadap perubaham integritaskulit berhubungan dengan ekstrafasasi
 Tujuan                        : tidak terjadi kerusakan integritas kulit
Kriteria Evaluasi     : a). klen tidak mengeluh nyeri, rasa terbakar, kemerahan pada saat penyuntikan,memar dan gatal
                                 b). tidak ada nekrosis pada jaringan yang mengelupas pada infuse
  Intervensi                  : a). periksa kulit dan kaji adanya perubahan seperti kemerahan, memar, gatal dan rasa terbakar
                                  b). jaga kebersihan diri klien
                                  c). rubah posisi klien setiap dua jam
                                 d). lakukan massage pada daerah yang terkena
H.Pelaksanaan
Pelaksanaan merupakan tindakan mendiri dasar berdasarkan ilmiah, masuk akal dalam melaksanakan yang bermanfaat bagi klien yang di antisipasi berhubungan dengan diagnosa keperawatan dan tujuan yang telah ditetapkan. Pelaksanaan merupakan pengelolaan dan perwujudan dari rencana keperawatan yang telah disusun pada tahap perencanaan. Tindakan yang telah dilakukan pada klien dapat berupa tindakan mandiri maupun kolaborasi.
Dalam melaksanakan tindakan langkah-langkah yang dilakukan adalah mengkaji kembali keadaan klien, validasi rencana keperawatan, menentukan kebutuhan dan bantuan yang diberikan serta menetapkan strategitindakan yang dilakukan. Selain  itu juga dalam pelaksanaan tindakan semua tindakan yang dilakukan pada klien dan respon klien pada setiap tindakan   keperawatan didokumentasikan dalam catatan keperawatan. Dalam mendokumentasikan catatan perawatan hal yang perlu di dokumentasikan adalah waktu tindakan dilakukan , tindakan dan respon klien serta diberi tanda tangan sebagai aspek legal dari dokumentasi yang dilakukan.

I.Evaluasi
Evaluasi merupakan tahap terakhir dari proses keperawatan yang mengukur seberapa jauh tujuan yang telah ditetapkan dapatb tercapai berdasarkan standar atau kriteria yang teelah di tetapkan.
Evaluasi merupakan tahap yang penting dalam proses keperawatan, karena menghasilkan kesimpulan apakah intervensi keperawatan dihentikan atau ditinjau kembali atau yang modifikasi. Dalam evaluasi prinsip objektivitas, reliabilitas, dan validitas dapat dipertahnkan agar keputusan yang di ambil tepat.





 DAFTAR PUSTAKA

A.Azis,2006 : Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Buku 2, Salemba Merdeka : Jakarta
Betz. S,2002 : Buku Saku Keperawatan Pediatrik, EGC : Jakarta
Danielle G,1999 : Rencana Asuhan Keperawatan Onkologi, EGC : Jakarta
Dr. Rusepno H,1985 : Ilmu Kesehatan Anak I, FKUI : Jakarta
Google’s cache of http://medlinux.com.blogspot.com/2007/II/leukemia-limfoblastik.html,diambil pada tanggal 8 Juli 2008 pukul 16.15 WIB
Sacharin Risa,1996 : Prinsip Keperawatan Pediatrik, EGC : Jakarta
Supartini Y,2002 : Konsep Dasar Keperawatan Anak, EGC : Jakarta
Sylvia A.Price,1994 : Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, EGC : Jakarta
Wong L.Donna,2003 : Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik, EGC : Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar